Pembalut

SEJARAH PEMBALUT

Abad ke-10/

"Pelindung" menstruasi sudah digunakan. Selama masa haidnya, perempuan zaman tersebut selalu mencuci kain-kain pembalutnya agar bisa dipakai kembali. Mereka juga sering membuat tampon dari lilitan potongan-potongan kecil kayu atau bahan lain seperti lumut, kulit binatang atau rumput. 

1896/

Pembalut sekali pakai mulai dipasarkan secara komersial pada tahun 1896. Produsen pembalut pertama adalah Johnson & Johnson. Produknya disebut sebagai Lister's Towel. Sayang, produk mereka tak sukses di pasaran karena perempuan merasa takut saat harus membeli produk tersebut. Selain itu, mereka beranggapan bahwa dengan produk ini mereka secara tak langsung mengungkapkan kepada publik kalau mereka sedang menstruasi. 

1920/

Salah satu pasokan perang untuk Perang Dunia I adalah bantalan jenis baru untuk mengobati luka dan menghentikan pendarahan setelah operasi, yang disebut Cellucotton. Seorang Perawat Prancis menyadari itu akan bekerja dengan baik untuk menyerap pendarahan menstruasi juga, dan segera perawat Amerika pun mengadopsi praktik ini. Setelah perang, Kimberly-Clark menggunakan Cellucotton untuk membuat bantalan Kotex khusus untuk haid.

1969/

Stayfree menempatkan bantalan pertama dengan pita perekat, yang merubah sejarah pembalut, dan mengakhiri ikat pinggang menstruasi.

1970s/

Pembalut dengan tambahan sayap mulai diperkenalkan. Inovasi dengan berbagai macam desain ergonomis dan penyerapan ekstra mulai berkembang. 

"...dari hasil pengujian YLKI 9 merek pembalut dan 7 merek pantyliner semua mengandung klorin dengan rentang 5 s/d 55 ppm."

Tahukah Anda bahwa pembalut umumnya terbuat dari bahan selulosa atau serat sintetis sebagai penyerap cairan menstruasi yang perlu melalui proses bleaching atau pemutihan. Selulosa terbuat dari bubuk kertas yang umumnya berasal dari kertas daur ulang yang sudah dicuci dan disteril memakai bahan kimia. (source Alodokter

 

Bahan-bahan kimia inilah yang menimbulkan kekhawatiran untuk kesehatan organ intim wanita. Tidak sedikit wanita yang sensitif terhadap bahan-bahan yang terdapat dalam pembalut. Akibatnya adalah keputihan atau iritasi. 

Klor pada pembalut dan pantyliner dapat menimbulkan gangguan kesehatan reproduksi, seperti keputihan, gatal gatal, iritasi, bahkan bisa menyebabkan kanker. (source YLKI)

Bagaimana Meminimalkan Risiko Penggunaan Pembalut Wanita?
  • Disarankan memilih pembalut wanita yang tidak beraroma untuk menghindari risiko iritasi akibat wewangian kimia.

  • Pastikan pembalut wanita yang dipilih memuat informasi izin edar dari Departemen Kesehatan pada kemasan.

  • Ketahui komposisi pembalut di label kemasan. 

  • Ganti pembalut secara teratur setiap 3-4 jam sekali, bahkan jika jumlah darah haid tidak terlalu banyak. Semakin banyak darah haid, semakin sering Anda harus mengganti pembalut. Mengganti pembalut secara teratur dapat mencegah bau dan pertumbuhan bakteri.

RECOMMENDED PRODUCT

24 Cora Ultra Thin Organic Cotton Panty Liners

Rp149.900,00Price

Line Official: @higea.id

Instagram: @higea_id

Email: hello@higea.id

© 2019 Higea.id

Higea Magna Femindo

All Rights Reserved

COMPANY

About Us

Authenticity Promise

Return Policy

NEWSLETTER SUBSCRIBE

  • Instagram